Orang yang Paling Tenang Hatinya
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Web ini menggunakan hosting gratis dan elementor gratis dari JagoanHosting
Setiap manusia tentu menginginkan ketenangan hati. Apalagi di zaman sekarang ini, kehidupan yang penuh kesibukan, tuntutan pekerjaan, pendidikan anak, dan berbagai persoalan dunia, hati sering kali mudah gelisah. Banyak orang mencari ketenangan melalui harta, pencapaian, atau kesenangan sementara, namun tidak sedikit yang tetap merasa kosong meskipun telah memiliki semuanya. Lantas bagaimana solusi dalam Islam terkait ketenangan hati…?
Dalam Al-Qur’an Allah ﷻ berfirman
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Alladzīna āmanū wa tatma’innu qulūbuhum bidzikrillāh, alā bidzikrillāhi tatma’innul-qulūb.
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Imam Al Qurthubi di dalam tafsirnya jilid 9, mengatakan “Hanya dengan mengingat Allah ﷻ -lah hati menjadi tenteram,” maksudnya adalah, tenang dan tenteram adalah dengan mentauhidkan Allah ﷻ sehingga hati mereka tenang. Dan dia berkata, “Maksudnya hati mereka senantiasa merasa tenang mengingat Allah dengan lisan.
Sahabat SQ, para ulama telah menjelaskan bahwa ketenangan sejati bukan terletak pada banyaknya dunia yang dimiliki, tetapi pada cara seseorang memandang dunia itu sendiri.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa orang yang lebih mengutamakan akhirat memiliki hati yang paling tenang. Mereka tidak bersedih terhadap dunia yang luput dari genggaman mereka. Jika dunia datang, mereka menerimanya dengan syukur; dan jika dunia pergi, mereka tidak tenggelam dalam kesedihan.
Inilah rahasia besar kebahagiaan seorang mukmin. Hatinya tidak bergantung pada dunia, tetapi terikat kepada Allah ﷻ dan kehidupan akhirat. Dunia bagi mereka hanyalah sarana, bukan tujuan utama. Karena itu, kehilangan tidak menghancurkan mereka, dan keberhasilan tidak membuat mereka lalai.
Sering kali kegelisahan muncul karena kita menaruh harapan terlalu besar pada sesuatu yang sifatnya sementara. Ketika harapan itu tidak tercapai, hati menjadi berat. Namun ketika orientasi hidup diarahkan kepada akhirat, segala yang terjadi di dunia terasa lebih ringan untuk dijalani. Kita belajar menerima takdir dengan lapang dada dan melihat setiap peristiwa sebagai bagian dari rencana terbaik Allah ﷻ.
Sahabat SQ, nilai inilah yang terus ditanamkan di lingkungan SDIT Tahfizh Sabilul Qur’an — mendidik generasi agar tidak hanya cerdas secara ilmu, tetapi juga kuat secara hati. Anak-anak diajarkan mencintai Al-Qur’an, memahami makna syukur, serta belajar ridha terhadap ketentuan Allah ﷻ sejak usia dini. Karena pendidikan sejati adalah membentuk hati yang dekat dengan Rabb-nya.
هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ
Huwalladzī anzalas-sakīnata fī qulūbil-mu’minīna liyazdādū īmānam ma’a īmānihim.
“Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka.” (QS. Al-Fath: 4)
Salah satu doa yang sering diajarkan Rasulullah ﷺ saat hati merasa gundah:
اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
Allāhumma rahmataka arjū falā takilnī ilā nafsī tharfata ‘ainin, wa ash-lih lī sya’nī kullahū lā ilāha illā Anta.
“Ya Allah, rahmat-Mu lah yang aku harapkan, maka janganlah Engkau serahkan urusanku kepada diriku sendiri (meskipun) sekejap mata, dan perbaikilah seluruh urusanku. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau.” (HR. Abu Dawud, Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini adalah Hasan dalam kitab Shahih Sunan Abi Dawud).
Mari kita bertanya pada diri sendiri hari ini: apakah hati kita lebih sibuk mengejar dunia, atau sedang dipersiapkan untuk akhirat? Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk orang-orang yang hatinya tenang, yang mampu menerima dunia tanpa diperbudak olehnya, dan tetap teguh berjalan menuju kehidupan yang abadi.
Salam penuh ketenangan untuk Sahabat SQ.
Semoga Allah ﷻ memenuhi hati kita dengan iman, ridha, dan ketentraman.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Artikel ditulis oleh Muchsalmina, M.Pd.
Kepala Sekolah SDIT Tahfizh Sabilul Qur’an | Sekolah Dasar Islam Terpadu Berbasis Tahfizh Qur’an
SDIT Tahfizh Sabilul Qur’an Hadir Sebagai Lembaga Pendidikan Islam yang Berkomitmen Melahirkan Generasi Penghafal Al-Qur’an yang Berakhlak Mulia, Berilmu, dan Berdaya Saing.